Home » Matahari dan Bumi

Matahari dan Bumi

Matahari merupakan sebuah bintang yang paling dekat dengan Bumi.
Matahari merupakan bintang yang paling mudah diselidiki. Mempelajari
matahari dengan teliti dapat mengetahui karakter bintang-bintang yang lain.
Dalam bab ini Anda akan mempelajari Matahari dan upaya manusia di Bumi
untuk mengirimkan satelit-satelit buatan dengan berbagai kepentingan.

Kita tinggal di bumi yang jari-jarinya 6370 Km dengan panjang keliling katulistiwa
40.000 Km. Bumi salah satu planet anggota tata surya (sistem Matahari). Bersama-sama
dengan Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, Pluto; Bumi
beredar mengelilingi matahari. Jarak matahari dengan bumi adalah 149.600.000 Km
disebut 1 Satuan Astronomi (SA) atau 1 Astronomical Unit (AU).. Jarak Pluto dengan
matahari = 5.872.000.000 Km atau hamper 40 SA. Tata surya terdiri atas matahari
dengan planet-planet, satelit-satelit, komet, meteor, hanyalah satu dari jutaan bintang
yang berkelompok yang disebut galaksi.

Jarak antara matahari dengan bintang yang terdekat yaitu Alpha Centauri adalah 4,5
Tahun Cahaya (Tc). Satu detik cahaya 300.000 Km, satu menit cahaya = 18.000.000 Km,
satu jam cahaya = 1108.800.000 Km, satu hari cahaya 2.592.000.000 Km. Satu Tahun
Cahaya = 946.080.000.000 Km. Jadi 4,5 tahun cahaya = 4.257.360.000.000 Km.
Dalam jagad raya tersebar ribuan galaksi. Galaksi tempat matahari sebagai anggotanya
dinamakan Bima Sakti (Milky Way), diameternya 80.000 tahun cahaya. Galaksi terdekat
dengan Bima Sakti adalah Awan Magellan (Magellanic Clouds), jaraknya 160.000 tahun
cahaya. Galaksi lain misalnya galaksi Andromeda, panjangnya 180.000 tahun cahaya,
dan jaraknya dengan Bima Sakti 2.200.000 tahun cahaya.

Matahari merupakan satu bintang diantara jutaan bintang yang membentuk galaksi Bima
Sakti. Terletak 30.000 tahun cahaya dari pusat Bima Sakti. Banyak bintang raksasa
bahkan lebih besar lagi pada bagian tengah galaksi itu. Matahari pada salah satu ujung
galaksi, tidak termasuk bintang raksasa tetapi berukuran sedang saja sama dengan Alpha
Centauri.

Sejak jaman dahulu orang memberi nama gugus bintang (rasi bintang/konstelasi bintang)
sesuai dengan bayangan yang timbul dalam fantasinya. Ada 12 kelompok bintang yang
selalu lewat di daerah katulistiwa. Deretan rasi bintang itu membentuk gelang yang
dinamakan sodiak. Nama Ke 12 rasi bintang itu adalah : Aries, Taurus, Gemini, Cancer,
Leo, Virgo, Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricornus, Aquarius, Pisces.
Matahari adalah bintang yang paling dekat dengan Bumi. Dengan demikian, matahari
merupakan bintang yang paling mudah diselidiki. Mempelajari matahari dengan teliti
dapat mengetahui karakter bintang-bintang yang lain.

Lapisan matahari terdiri dari :
1. Inti , bersuhu 1,5 x 107 K
Disebut juga lapisan radiatif. Berada di bagian dalam / pusat matahari. Suhunya
antara 10.000.000°C sampai 15.000.000°C. Di tempat ini terjadi reaksi nuklir /
reaksi inti Hidrogen – Helium. Energi yang dipancarkan keluar dari permukaan
matahari dalam bentuk gelombang elektromagnetik.
2. Fotosfer, bersuhu 5700 K
Disebut juga lapisan cahaya. Cahaya yang dipancarkan fotosfer sangat kuat :
cahaya dari fotosfer inilah yang sampai ke bumi. Fotosfer terdiri atas gas. Fotosfer
merupakan lapisan permukaan matahari. Suhu di fotosofer 6000°C, warnanya
putih menyilaukan.
3. Kromosfer, suhu 10.000 K
Disebut juga lapisan bawah atmosfer matahari. Sinar kromosfer tidak seterang
fotosfer. Warnanya merah lemah. Warna merah itu dipancarkan oleh atom-atom
hydrogen. Tebal kromosfer 10.000 km. Kromosfer sering memunculkan lidah api.
Suhu kromosfer 5.000°C, makin keluar bisa mencapai 20.000°C.
4. Korona, suhu 2 x 106 K
Disebut juga mahkota, merupakan lapisan atmosfer matahari yang paling luar.
Korona mudah dilihat ketika terjadi gerhana matahari total, sebab pada saat itu
bagian matahari yang paling menyilaukan tertutup oleh bulan. Bentuk korona
berubah-ubah. Batas korona tidak sejelas seperti pada batas kromosfer, sekitar
berjuta-juta km. Suhu korona 1.000.000°C. Warnanya putih keabu-abuan. Korona
terdiri dari gas-gas yang terionisasi. Koronagraf ialah alat untuk membuat gerhana
matahari buatan, sehingga dapat dipakai untuk melihat korona.

Berbagai kegiatan di permukaan matahari, antara lain :
1. Gumpalan matahari (granulasi), dipercaya sebagai hasil konveksi vertikal gas-gas
matahari. Besarnya sebanding dengan benua di bumi. Berupa semburan api yang
menggumpal. Disebabkan olrh aliran gas panas yang mengepul dari inti matahari,
yang digerakkan oleh energi yang datang dari bagian inti matahari. Itulah
sebabnya fotosfer tidak licin, melainkan bergumpal-gumpal. Penyebab utama
terjadinya aliran gas panas adalah perbedaan suhu yang ada antara inti dan
fotosfer. Gas mengalir dari suhu tinggi ke suhu rendah.
2. Bintik matahari / noda hitam (sunspot), adalah daerah gelap pada fotosfer karena
suhunya lebih rendah dari sekitarnya, ditimbulkan oleh perubahan medan
magnetic di matahari. Diameter kecil 3000 km, sedang 10.000 km, besar 200.000
– 300.000 km, Siklus maksimal 11 tahun, umurnya 1 jam sampai 250 hari. Berupa
bintik-bintik gelap pada permukaan matahari. Ternyata bintik-bintik itu
merupakan daerah yang suhunya lebih erndah 1500°C dari suhu sekelilingnya.
Disebabkan oleh terhalangnya kepulan gas panas dari bagian dalam, yang
terhalang oleh gangguan medan magnetic pada matahari. Diameter sunspot antara
800 – 80.000 km. Bandingkan dengan diameter bumi yang hanya 12.750 km.
Sunspot ditemukan pertama kali oleh bangsa Tiongkok 28 tahun Sebelum
Masehi. Saat itu orang mengira sunspot adalah burung. Bintik matahari
diumumkan orang pertama kali oleh ahli Fisika Galileo Galilei (Italia) tahun 1610
melalui teleskop ciptaannya. Sunspot timbul dan kemudian menghilang dalam
suatu daur hidup sunspot. Daur hidup sunspot rata-rata 1 minggu, ada yang
beberapa jam saja ada yang sampai 18 bulan. Makin besar sunspot makin lama
daurnya. Salah satu sunspot terbesar terjadi tahun 1947. Kira-kira 11 tahun sekali,
jumlah sunspot mencapai banyak sekali dan besar-besar. Sampai sekarang belum
diketahui sebabnya.
3. Lidah api matahari (prominensa atau protuberans), merupakan gas panas yang
tersembur dengan dasyat dari permukaan matahari dan dapat mencapai ketinggian
1 juta mil. Terbentuknya lidah-lidah api selalu memancarkan aliran partikelpartikel
bermuatan listrik (proton-proton dan elektron-elektron) yang melewati
korona disebut angin matahari (solar wind). Ketika melintasi medan magnetic
bumi, partikel-partikel tersebut dibelokkan mengitari bumi membentuk daerah
berbentuk komet di sekitar bumi yang disebut Magnetosfer. Lidah api adalah
massa yang memijar dan muncul di sekitar bintik-bintik matahari, menjulur dari
permukaan matahari menuju ke segala arah tingginya sampai ribuan km dengan
kecapatan sampai ratusan km/det. Bahannya terdiri dari proton dan elektron yang
berasal dari atom Hidrogen, sebagian mencapai bumi dalam waktu 13 – 26 jam,
walaupun telah terlihat sekitar 8 menit.
Sebelum mencapai atmosfer bumi, partikel-partikel proton dan elektron yang
bermuatan tersebut ditangkap oleh Sabuk Van Allen, yaitu sabuk magnet yang
mengelilingi bumi, sehingga kecepatannya jadi berkurang. Partikel-partikel yang
lolos, menimbulkan aurora. Aurora disebabkan oleh tabrakan partikel-partikel
matahari dengan atom-atom oksigen dan nitrogen di lapisan atas atmosfer bumi.
Aurora terlihat sebagai secercah cahaya yang warna dan bentuknya berubah-ubah,
terdapat di daeerah kutub, karena kutub bumi menarik aurora lebih dekat.
Protuberans yang mengumpul dengan korona kemudian bergerak memutar
menurut garis-garis medan magnet matahari dan turun kembali melalui kromosfer
ke permukaan matahari disebut Prominensa.
4. Beberapa partikel-partikel menembus magnestofer dan berkumpul dalam
beberapa zone di sekitar bumi dan beberapa diantaranya menuju bumi kemudian
menabrak atmosfer atas, mengionisasi beberapa atom dan molekul-molekul
lainnya. Ketika atom dan molekul-molekul kembali ke keadaan dasarnya, dengan
cara membebaskan energi/memancarkan radiasi dengan panjang gelombang
tertentu. Kejadian ini menghasilkan aurora. Aurora yang terlihat di kutub utara
dinamai Aurora Borealis. Aurora yang terlihat di kutub selatan dinamai Aurora
Australis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s